Jakarta — Tren gaya hidup sehat kian menguat di kota-kota besar. Konsumsi pangan organik, keanggotaan pusat kebugaran premium, hingga layanan kesehatan preventif menunjukkan lonjakan dalam dua tahun terakhir.
Namun, di balik tren tersebut, muncul persoalan klasik: akses. Harga produk sehat yang relatif tinggi dinilai membatasi jangkauan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Sejumlah pengamat menilai komersialisasi gaya hidup sehat berisiko menggeser esensinya. “Ada kecenderungan kesehatan menjadi komoditas, bukan kebutuhan dasar yang inklusif,” ujar analis kebijakan publik.
Di sisi lain, pelaku industri beralasan harga mencerminkan kualitas produksi dan distribusi. Pemerintah didorong hadir melalui regulasi dan subsidi agar akses hidup sehat tidak menjadi privilese kelompok tertentu.





